Kenapa halaman ini penting
Halaman ini menjelaskan bagaimana Kebutuhan masuk ke model eksekusi ZeroKernel yang lebih besar, masalah apa yang sebenarnya diselesaikan, dan trade-off apa yang benar-benar Anda bayar saat fitur ini dipakai di firmware produksi. Tujuannya bukan melihat Kebutuhan sebagai satu API terpisah, tetapi memahami posisinya di dalam bounded scheduling, disiplin queue, visibilitas fault, dan pemilihan profile.
Baca topik ini sebagai kontrak operasional. Mulai dari jalur paling kecil yang benar-benar jalan, pasang dulu di profile lean, lalu baru naik ke routing, diagnostics, atau state transport yang lebih kaya setelah Anda bisa membuktikan hasil timing-nya tetap layak dibanding tambahan flash dan RAM. Pola pikir ini yang menjaga ZeroKernel tetap berguna di board kecil dan tidak berubah jadi abstraksi yang gemuk.
Pola paling aman selalu sama: tentukan batas runtime-nya, jaga hot path tetap pendek, ukur efeknya dengan compare script, lalu baru naikkan kompleksitas. Contoh di bawah bukan pemanis; itu adalah pola minimum yang bisa Anda ambil ke firmware nyata saat Anda butuh integrasi yang rapi, bukan loop manual yang sulit dipertahankan.
Tiga pola yang langsung bisa dipakai
Pakai ini saat Anda ingin source of truth lokal yang bersih dan kontrol update yang eksplisit.
git clone git@github.com:ZeroBitsTech/ZeroKernel.git
cd ZeroKernel
bash scripts/run_desktop_tests.sh
Mulai dari satu task bounded dan clock board yang jelas sebelum menambah queue atau modul network.
ZeroKernel.begin(boardMillis);
ZeroKernel.addTask("Sample", sampleTask, 100, 0, true);
ZeroKernel.tick();
Pasang profile di build flags agar drift footprint terjadi dengan sengaja, bukan tanpa sadar.
[env:esp32]
platform = espressif32
board = esp32dev
framework = arduino
build_flags =
-DZEROKERNEL_PROFILE_LEAN_NET
Apa yang perlu Anda cek saat memakainya
- Validasi timing lebih dulu, baru bentuk API. API yang terlihat rapi bukan kemenangan kalau fast miss justru naik.
- Pilih profile paling kecil yang masih cocok, lalu aktifkan modul opsional hanya saat payoff terukurnya benar-benar jelas.
- Jaga callback dan langkah transport tetap bounded supaya watchdog, panic flow, dan batas queue tetap punya arti.
Kesalahan umum yang membuat hasil jadi menyesatkan
- Jangan menyalin pola demo ke firmware produksi tanpa mengukurnya di board dan profile build yang benar-benar akan dipakai.
- Jangan membaca angka sukses tanpa membaca queue depth, timing, dan label workload di sampingnya.
- Jangan menyalakan diagnostics atau kompatibilitas berat di target lean hanya karena default-nya terasa nyaman.
Urutan kerja yang disarankan
Boot runtime, daftar task minimum yang berguna, lalu buktikan baseline timing bersih sebelum menambah lapisan opsional.
Masukkan routing, diagnostics, atau transport satu lapisan demi satu agar biaya dan payoff-nya tetap jelas.
Update docs, chart, atau klaim publik hanya setelah workload yang sama lolos jalur validasi yang sama lebih dari sekali.
Target yang didukung
| Keluarga | Status | Use case umum |
|---|---|---|
| ESP8266 | Tervalidasi | Node direct AP, gateway ringan |
| ESP32 | Tervalidasi | Workload campuran, WiFi transport, telemetry lebih kaya |
| RP2040 | Compile matrix | Control loop, node monitoring |
| STM32 | Compile matrix | Firmware industrial dan kontrol deterministik |
Aturan runtime
- Task harus bounded. Kalau ada task blocking, runtime cooperative tetap bisa ikut ketahan.
- Core memakai storage fixed-capacity; tidak ada active-path heap allocation di runtime.
- Timing default berbasis clock millisecond kecuali nanti ditambah jalur high-resolution khusus workload tertentu.
- Modul network opsional sudah cukup stabil di ESP32 untuk evaluasi deployment yang serius, tetapi masih tetap BETA di ESP8266 dan wajib divalidasi ulang di hardware target Anda.
Tooling
- Node 20.x direkomendasikan untuk docs site dan tooling web pendukung.
- Arduino CLI atau PlatformIO diperlukan untuk validasi board.
- Pakai compare script sesuai dokumentasi supaya output tetap bisa dibandingkan antar-run.
FAQ kebutuhan
Apakah compile-matrix berarti board sudah field-tested penuh?
Tidak. Compile validation membuktikan jalur build. Validasi hardware tetap diperlukan untuk timing dan transport.
Apakah model cooperative selalu cukup?
Tidak. Model ini cocok saat task bounded masih realistis dan RTOS penuh akan jadi overhead yang tidak perlu.
Bagaimana cara paling aman memvalidasi halaman ini di board nyata?
Mulai dari profile paling lean yang masih relevan, jalankan compare script yang paling sempit untuk topik ini, lalu baru lanjut ke workload yang lebih berat. Jangan lompat langsung ke build penuh kalau timing dasarnya belum jelas.