Benchmark

Benchmark dan validasi lapangan

Angka ini dipakai sebagai acuan apakah runtime benar-benar layak dibayar oleh footprint-nya: timing deterministik dulu, lalu throughput, lalu biaya memori.

Compare runtime utama

Wemos D1 mini / ESP8266

Metric Sebelum Sesudah
RAM usage 28300 / 80192 29044 / 80192
Fast avg lag 2512 us 0 us
Fast max lag 11054 us 0 us
Fast misses 126 0

ESP32

Metric Sebelum Sesudah
RAM usage 22116 / 327680 22820 / 327680
Fast avg lag 2022 us 0 us
Fast max lag 8156 us 0 us
Fast misses 124 0

ESP32

Metric Sebelum Sesudah
Sample runs 49 50
Fast avg lag 871 us 0 us
Fast max lag 1780 us 0 us
Fast misses 24 0

ESP32

Metric Sebelum Sesudah
HTTP success 23 27
MQTT success 23 27
HTTP rate 88% 87%
MQTT rate 92% 90%

ESP32

Metric Sebelum Sesudah
Control runs 99 101
Fast avg lag 241 us 0 us
Fast max lag 3983 us 0 us
Fast misses 9 0

ESP8266 direct AP seismic node

Metric Sebelum Sesudah
Sample runs 476 501
Fast avg lag 5393 us 6 us
Fast max lag 21733 us 2378 us
Fast misses 406 1
Successful local sends 5 7

EnvMonitor

ESP32 compare

Sebelum Sesudah
Sample runs 49 50 Fast misses 24 0 Max lag 1780 us 0 us

Telemetry + Queue

Gateway workload

Sebelum Sesudah
HTTP success 23 27 MQTT success 23 27 HTTP rate 88 % 87 %

IndustrialLoop

ESP32 compare

Sebelum Sesudah
Control runs 99 101 Fast misses 9 0 Max lag 3983 us 0 us

Validasi lapangan

Node seismik direct-AP tetap jadi bukti lapangan terkuat: hardware sama, backend lokal sama, tapi lag jauh lebih rendah dan miss nyaris hilang saat beban transport aktif.

Ringkasan trade-off
  • Bayar biaya memori kecil dan bounded.
  • Dapat scheduling lebih rapat dan recovery lebih aman.
  • Baca success transport bersama throughput, bukan dari fail count mentah saja.
  • Gunakan modul opsional hanya saat memang dibutuhkan.